Showing posts with label Berita Desa. Show all posts
Showing posts with label Berita Desa. Show all posts

Sunday, November 13, 2016

Lagi!! Dua Speedboat Tabrakan di Perairan Batu Ampar


TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA
- Kecelakaan transportasi air kembali terjadi di sekitar perairan Batu Ampar, antara Speedboat Sinergi jurusan Pontianak-Sukadana dan Speedboat kecil, Minggu (13/11/2016).
Satu diantara penumpang Speedboat Sinergi Dedi yang saat itu menaiki Speedboat Sinergi mengatakan, kejadian disekitar daerah Batu Ampar.
Kejadian tabrakan tepat saat Speed Sinergi menikung, tiba-tiba Speed kecil dari arah samping menabrak bagian kanan Speed Sinergi.
enumpang Speed Sinergi Jurusan Pontianak-Sukadana Dedi mengatakan tabrakan tak bisa dielakkan. 
Penumpang Speed Sinergi Jurusan Pontianak-Sukadana Dedi mengatakan tabrakan tak bisa dielakkan.
"Kayaknya Speedboat itu habis belanja dari Batu Ampar, pas tikungan dia (speed kecil) tidak melihat kami, lalu menabrak dari samping kanan. Speedboat Sinergi sudah mencoba mengelak tapi ndak bisa, tetap kena," jelas Dedi.
Diakuinya, saat terjadi tabrakan, Speedboat Sinergi memutar arah untuk mengecek Speed yang ditabrak, namun tidak ditemukan lagi Speednya, yang timbul kepermukaan hanya jok Speed tersebut.

Tenggelamnya speedboat pribadi milik, Berto Warga Batu Ampar berukuran 40 PK akibat tabrakan dengan Speedboat Sinergi jurusan Pontianak-Sukadana berukuran 400 PK, di perairan Batu Ampar masih dalam masih dalam tahap pencarian dari pihak kepolisian, Minggu (13/11/2016).

Baca: BREAKING NEWS: Saksi Mata Tabrakan Dua Speedboat Beberkan Kronologis Kecelakaan

Kejadian sekitar pukul 12.00 wib. Seusai kejadian speedboat pribadi, langsung tenggelam beserta penumpangnya.
Hanya bagian jok speed timbul ke permukaan saat pencarian dilakukan.
Kapospol Padang Tikar I, Batu Ampar Aiptu Edi Sapto mengatakan belum ada hasil dari pencarian yang dilakukan.
Informasi awal speedboat tenggelam bersama dua penumpangnya.

Baca: BREAKING NEWS: Speedboat dan Penumpang Diduga Tenggelam di Perairan Batu Ampar

"Informasi penumpang speedboat pribadi itu ada dua orang. Kita masih terus melakukan pencarian belum ada hasil ditemukannya korban," ungkapnya.
Pencarian kabarnya, dilakukan pihak kepolisian menggunakan Speedboat Sinergi.
Pencarian masih dilakukan dalam skala kecil. Sebab, belum ada upaya pencarian dari aparat gabungan. Seperti Basarnas, TNI.
"Kita masih terus melakukan pencarian. Belum ada menemukan korban," ungkap Edi.
Sementara informasi tenggelamnya speedboat telah menyebar ke seluruh masyarakat.
Bantuan dari masyarakat dalam pencarian kabarnya juga segera turun.
Saat ini para penumpang Speedboat Sinergi diamankan di Polsek Batu Ampar.

Baca: BREAKING NEWS: Speedboat dan Penumpang Diduga Tenggelam di Perairan Batu Ampar

Belum diketahui kapan para penumpang Speedboat Sinerg ini dibawa ke Sukadana, sesuai rute awal keberangkatan.

Baca: BREAKING NEWS: Saksi Mata Tabrakan Dua Speedboat Beberkan Kronologis Kecelakaan

Berdasarkan informasi yang didapat Speedboat Sinergi mengecek lokasi tabrakan.

Baca: BREAKING NEWS: Dua Speedboat Tabrakan di Perairan Batu Ampar

Hingga kini belum diketahui keberadaan Speedboat kecil tersebut, drivernya, dan penumpang di dalamnya pun belum diketahui berapa jumlahnya.
Seluruh pihak, saat ini tengah mencari satu di antara speedboat tenggelam setelah mengalami tabrakan di perairan Batu Ampar, Minggu (13/11/2016).
Kapospol Padang Tikar I, Batu Ampar, Aiptu Edi Sapto mengatakan dari sampai saat ini speed masih belum ditemukan berikut korban yang kemungkinan berada didalam speed kecil.
"Masih belum ditemukan sampai sekarang. Speed ini sepertinya juga membawa penumpang dan perbelanjaan. Tapi korban belum ada yang ditemukan," katanya.
Ia memprediksikan korban banyak di dalam speed kecil. Sebab speed juga merupakan speed tambang hanya saja berukuran lebih kecil.
"Kepastiannya kita masih tungguh hasilnya nanti. Sementara proses pencarian masih dilakukan korban belum ditemukan," ungkapnya.
Untuk speed sinergi jurusan Pontianak-Sukadana, tidak sampai tenggelam.
Sempat memutar untuk melihat speed kecil namun sudah tidak ada.
Saat ini kecelaan speed sedang dilaporkan ke pihak kepolisian Batu Ampar.
Seluruh Penumpang Speedboat Sinergi selamat saat terjadi tabrakan. Hingga saat ini seluruh penumpang diamankan di pelabuhan Airud Batu Ampar.

Baca: BREAKING NEWS: Speedboat dan Penumpang Diduga Tenggelam di Perairan Batu Ampar

Hingga saat ini belum diketahui nasib penumpang Speed kecil yang bertabrakan dengan Speed Sinergi.


Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Muhammad Fauzi
sumber berita:
http://pontianak.tribunnews.com/2016/11/13/breaking-news-dua-korban-kecelakaan-masih-dalam-pencarianhttp://pontianak.tribunnews.com/2016/11/13/breaking-news-para-penumpang-speedboat-sinergi-diamankan-di-polsek-batu-ampar
http://pontianak.tribunnews.com/2016/11/13/breaking-news-saksi-mata-tabrakan-dua-speedboat-beberkan-kronologis-kecelakaan

Wednesday, October 19, 2016

KompasTravel bersama tim WWF Indonesia mengunjungi Desa Padang Tikar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya

KOMPAS.com - Transportasi di Pulau Kalimantan lebih didominasi menggunakan jalur sungai ketimbang jalan raya. Sungainya lebar dan perahu atau speedboat selalu tersedia.

Selasa (12/4/2016), KompasTravel bersama tim WWF Indonesia mengunjungi Desa Padang Tikar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat untuk membuka pameran foto Program Panda Click! yang diadakan di desa tersebut.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANADuta WWF Indonesia Davina Veronica (tengah) menanam bakau di Pantai Tasik Maya, Desa Padang Tikar, Kecamatan Batu Ampar, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (13/4/2016).


Setelah satu jam lewat jalan darat dari Bandara Supadio di Pontianak, akhirnya kami tiba di Desa Rasau Jaya. Speedboat sudah menunggu di dermaga.

Nakhoda speedboat, Kustoyo telah siap menanti. Moda transportasi sungai itu pun dimasuki penumpang. "Siap? Kita berangkat," kata Kustoyo yang berasal dari Tulungagung, Jawa Timur, itu.


Speedboat berpenumpang maksimal 15 orang yang disewa Rp 2 juta (pp) itu perlahan-lahan meninggalkan dermaga, menyusuri perkampungan di pinggir anak sungai hingga mencapai Sungai Kapuas.

Memasuki sungai yang lebar, kecepatan boat langsung digeber membelah air sungai yang berwarna cokelat tersebut. Sementara awan hitam di langit sepertinya siap menjatuhkan air hujan ke bumi.

Mata Kustoyo tetap waspada melihat sekeliling sungai. "Untuk melihat kayu. Biasanya kayu selalu melintang di tengah sungai. Harus waspada," ujarnya.

Semakin melaju ke tengah, mendung kian tebal. Kustoyo dengan sigap menutup speedboat bagian depan dengan terpal mengantisipasi hujan turun. Benar saja, selesai menutup terpal, hujan pun jatuh dari langit.

Padangan Kustoyo tetap fokus ke depan. Ketika berpapasan dengan speedboat yang datang dari depan, tangan Kustoyo dengan cekatan menggeser kemudi ke arah kanan untuk menghindari gelombang yang ditimbulkan speedboat yang berpapasan.

Meskipun menghindar ke kanan, guncangan ombak tetap kami rasakan. Namun Kustoyo tetap konsisten dengan kecepatan dan menerobos gelombang tersebut. Penumpang yang terlihat tertidur lelap sedikit kaget dan terpaksa membuka matanya akibat guncangan gelombang itu.

Bagi Kustoyo, mengemudikan speedboat merupakan tugas rutin mengantar penumpang dari Rasau Jaya menuju Padang Tikar. "Butuh 200 liter premium pulang-pergi," katanya.

Sekitar 2 jam menyusuri Sungai Kapuas, speedboat  memasuki Desa Padang Tikar. Kecepatan diturunkan karena memasuki perkampungan. "Di sini airnya dangkal, harus hati-hati," kata Kustoyo.

Dermaga di Padang Tikar tak ubahnya dermaga di Rasau Jaya. Begitu sederhana. Bermodalkan kayu, namun kokoh.

Panas terik siang itu menyambut kami saat tiba di Desa Padang Tikar. Bagi yang tak biasa menggunakan speedboat harus hati-hati saat menginjakkan kaki ke dermaga kayu. Namun tak perlu khawatir, Kustoyo dan kawan-kawan dengan cekatan membantu penumpang menjejakkan kaki di dermaga tersebut.

WWF Indonesia sengaja memilih desa ini untuk memamerkan hasil foto warga Batu Ampar sekaligus menanam bakau di Pantai Tasik Maya bersama duta WWF Indonesia Davina Veronica.

Batu Ampar merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Kubu Raya. Di Desa Padang Tikar, listrik mulai mengalir ke rumah-rumah penduduk pukul 18.00 sampai pukul 06.00 keesokan harinya. Kecuali Sabtu-Minggu listrik mengalir 24 jam.

Jangan berharap menemukan air bersih untuk mandi. Sebagian besar air tanah berwarna kemerah-merahan. Tak heran warga memilih menampung air hujan untuk mandi.


Kendala ini setidaknya menjadi catatan bagi Kecamatan Batu Ampar jika ingin memajukan daerah ini sebagai destinasi wisata.


Sebenarnya Batu Ampar menyimpan potensi wisata. Wisatawan bisa menemukan pesut (Orcaella brevirostris) dan bekantan (Nasalis larvatus) di daerah ini. 

Camat Batu Ampar Supriyadi menginginkan Pantai Tasik Maya layak dijadikan destinasi wisata dan didatangi pelancong. Hutan bakau di kawasan ini potensial "dijual" kepada wisatawan.


Dia menginginkan kawasan hutan bakau di Batu Ampar seperti hutan bakau di Pantai Indah Kapuk, Jakarta. "Wisatawan bisa menyusuri hutan bakau, menyusuri pantai dan berjalan ke dalam hutan bakau," katanya.Menurut Supriyadi, ide melestarikan lingkungan di Batu Ampar sejalan dengan ide yang dimiliki WWF Indonesia.

Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat dan pelajar melestarikan lingkungan dengan menanam bakau. "Yang penting pemeliharaan selanjutnya. Jangan cuma asal tanam saja," tambah Camat Batu Ampar.

Wednesday, July 20, 2016

Kecamatan Batu Ampar Fokus Jaga Sumber Daya Alam


Hutan Manggrove

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Camat Batu Ampar, Supriady mengaku sejak menjabat sebagai camat di tahun 2013 dirinya sangat konsentrasi dengan pelestarian sumber daya alam seperti manggrove, bekantan, dan juga pesut.
“Kalau kita bicara pesut, pesut itu adalah hewan yang sangat di lindungi, dan saya sudah sampaikan ke WWF sekitar tiga minggu yang lalu saat kegiatan pelestarian manggrove dan monitoring pesut agar pesut menjadi ikon Kubu Raya,” jelasnya, Kamis (28/4).
Ikan Pesut
Menurut dia banyak anggapan dari masyarakat kalau pesut itu adalah ikan, padahal pesut bukan ikan walau hidupnya di air, dan pesut tergolong hewan mamalia.
Dikatakannya, kalau pesut adalah tergolong hewan yang sangat cerdas, dan sangat sensitif terhadap kerusakan lingkungan.
“Setahu saya keberadaan pesut di Indonesia hanya ada di dua daerah, yaitu di Mahakam dan di Batu Ampar. Untuk itu saya berharap agar Pemerintah Kubu Raya menaruh perhatian terhadap pesut, atau bisa juga pesut dijadikan Ikon Kubu Raya,” ucapnya.
Dirinya sebagai camat juga tidak henti-hentinya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang arti pentingnya untuk menjaga pelestarian manggrove, termasuk menjaga hewan-hewan langka yang ada di dalam hutan manggrove itu.
Bekantan
“Untuk kedepan memang perlu untuk lebih di efektifkan pemahaman kepada masyarakat dalam bentuk brosur atau ada kegiatan khusus yang dampaknya besar sekali untuk menegaskan kepada masyarakat untuk melestarikan lingkungan,” sebutnya.
Apalagi, katanya masyarakat belum memahami secara luas kalau pesut adalah hewan langka yang harus dilindungi dan dilestarikan keberadaannya.
“Pernah terjadi ada masyarakat yang memotong-motong hewan pesut yang rencananya akan dijual ke pasar Flamboyan, namun kebetulan pada saat itu ada pihak dari WWF yang kemudian menahan upaya warga tersebut,” ucapnya.
(Faisal/Dede)
Sumber: http://thetanjungpuratimes.com/2016/04/29/kecamatan-batu-ampar-fokus-jaga-sumber-daya-alam/

Tuesday, May 17, 2016

Batu Ampar Pesona dan Geliat Membangun ditengah Perkembangan Zaman Bagian 2

Pada bagian sebelumnya sudah sedikit di jelaskan bahwa Kecamatan Batu Ampar mempunyai beberapa hal yang tentunya telah di Kenal Masyarakat luas, seiring berjalannya Waktu sejak Kecamatan Batu Ampar masih berada di bawah Kabupaten Mempawah kemudian beralih di bawah Kabupaten Kubu Raya setelah di Mekarkan, Kecamatan Batu Ampar terus melakukan pembaharuan dan perbaikan serta penyediaan berbagai Fasilitas di anatara Fasilitas yang terus di tingkatkan adalah Jalan.
Jalan bagi Masyarakat Batu Ampar adalah salah satu Fasilitas Pokok selain jalur Air, Fasilitas ini dulunya sangat sulit dimiliki dengan layak, karena Jalan-jalan di beberapa Desa di Kecamatan Batu Ampar hanya jalan setapak dari Tanah, yang jika Musim Hujan maka jalan akan sangat sulit di lewati.



Selama beberapa Tahun terakhir mulai ada pengembangan dan perbaikan Infrastruktur Jalan,di antaranyaa Jalan penghubung Antara Desa Batu Ampar menuju bebera Desa seperti Teluk Nibung, jalan yang biasa di sebut Jalan Kemuning ini sudah di perbaiki yang sebelumnya Tanah sekarang telah di Aspal, dan cukup lebar.
Selain itu beberapa jalan penghubung antar Dusun juga mulai di perbaiki, tapi memang masih banyak Jalan yang belum tersentuh pembanguna, Oleh karena itu Kerjasama Masyarakat secara swadaya harus terus di tingkatkan selain itu Dukungan Pemerintah juga di harapkan  segara masuk sehingga fasilitas Jalan di Kecamatan Batu Ampar dapat terpenuhi, yang pada Akhirnya akan mendorong peningkatan Ekonomi Masyarakat Kecamatan Batu Ampar.





Selain Infrastruktur Jalan juga di harapkan adanya perbaikan Infrastruktur Dermaga, yang semakin Hari semakin Sempit, perlu adanya kesadaran Masyarakat untuk menjaga Kondisi Dermaga selain itu kembali dukungan Pemerintah juga di harapkan dalam rangka Perluasan dan Perbaikan Dermaga yang juga dapat mendukung kemudahan Transportasi Air.

Laporan Khusus : Anggun Arianto

Foto Oleh: Zull Lians

Wednesday, April 27, 2016

Desa Teluk Nibung, Batu Ampar bersiap Menyambut Kehadiran Mahasiswa AGROTEK FAPERTA UNTAN

Setelah beberapa waktu lalu Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya di kunjungi oleh Himpunan Mahasiswa D3 Administrasi Perkantoran Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIPOL) UNTAN, maka dalam waktu dekat tepatnya tanggal 5-8 Mei 2016 Kembali Kecamatan Batu Ampar akan di kunjungi Oleh Mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Agro Tekhnologi Fakultas Pertanian Untan, kegiatan ini dalam Rangka Pengabdian Masyarakat Bagi Mahasiswa Baru Tahun 2015.
Kegiatan ini akan di laksanakan tepatnya di Desa Teluk Nibung, Desa ini di pilih karena Mayoritas Masyarakat adalah Petani dan hal ini sesuai dengan kejuruan dari para Mahasiswa.
Batu Ampar sendiri adalah Daerah dengan berbagai Komoditas penghasilan Masyarakat seperti Pertanian, Pekebunan, Nelayan, dan  Pedagang.
Yang tersebar di berbagai Desa di Kecamatan Batu Ampar.
Kegiatan ini di Ketuai oleh Eko  beliau sendiri merupakan Mahasiswa baru yang berasal dari Batu Ampar.
Kegiatan yang akan berjalan kurang lebih 4 Hari ini akan di Isi dengan berbagai Agenda kegiatan di antaranya Ramah tamah dengan Masyarakat sekitar, Diskusi seputar Pertanian dan hasil pangan, sharing beberpa hal terkait pertanian yang nantinya akan di lakukan oleh Dosen pertanian, Kunjungan Lapangan dimana mahasiswa akan dilibatkan langsung dengan aktifitas Masyarakat, dan pembuatan plang-plang desa.
Untuk peserta sendiri nantinya akan di sebar untuk tinggal di Rumah-rumah Warga sekitar, peserta yang akan di ikutkan kurang lebih 100 Orang.
Kegiatan ini sendiri telah di kordinasikan dengan perangkat Desa sehingga mendapat dukungan positif.
Harapannya dari kegiatan ini Mahasiswa yang terlibat lebih banyak mengakaji dan menerima ilmu lapangan dari Masyarakat yang telah lama terjun di pertanian, selai itu harapannya juga mereka ( teman-teman mahasiswa) dapat menjaga dan menghormati kebudayaan, sopan santun karena masyarakat masih menjunjung tinggi nilai-nilai luhur kemasyarakatan sehingga meninggalkan kesan yang positif dan berkesan di hati Masyarakat.
Laporan: Anggun Arianto

Tuesday, April 19, 2016

Batu Ampar Pesona dan Geliat Membangun ditengah Perkembangan Zaman Bagian 1




Ketika mendengar Batu Ampar bagi sebagian Masyarakat Kalimantan Barat masih Asing, tapi bagi beberapa Orang Nama Batu Ampar sudah dikenal sebagai daerah Penghasil Kayu, dan daerah tujuan pembukaan Lahan untuk Tempat tinggal mengadu nasib dari Daerah Lain.
Pengalaman ini juga pernah saya Alami ketika memperkenalkan diri kebeberapa Orang di Kota Pontianak, saat mengenalkan Asal Daerah dari Batu Ampar maka orang akan langsung menunjuk Daerah Batu Ampar sebagai Daerah Penghasil Kayu yang besar, kemudian mulai bercerita bagaimana sejarahnya mereka pernah menginjakkan Kakinya di tanah Batu Ampar, atau menjelajahi Laut Batu Ampar.
Memang tidak di pungkiri Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya adalah daerah yang dulunya dikenal sebagai Daerah Penghasil Kayu terbesar, hingga sempat menjadi Pelabuhan Internasional untuk mengangkut Kayu-kayu dari daerah Batu Ampar, bagi sebagian  Masyarakat setempat pelabuhannya disebut "Steher" yang sebenarnya Kalimat steher ini dalam Bahasa Inggris "Stay Here (tetap disini)", pelabuhan ini dahulunya sebagai tempat berlabuh Kapa-kapal pengangut Kayu atau Glondongan Kayu.
Tapi itu adalah kisah lama tentang Batu Ampar, yang setelah mulai berkurangnya Produksi Kayu Batu Ampar mulai tidak di perhatikan, namun di balik semua Itu Batu Ampar kembali memulai pembangunan-pembanguna  Daerah, Untuk Jalur Laut saja dahulu Menuju atau dari Batu Ampar ke daerah lain seperti ke Pontianak, harus menempuh lama perjalana  Berhari-hari bahkan berbulan-bulan, hanya dengan menggunakan sampan (Jukung) yang menggunakan tenaga manusia atau di kayuh. 

Sampan/ Jukung yang digunakan Masyarakat sebelum adanya Motor dengan Kapasitas Mesin dan Muatan besar, kendaraan inilah yang pernah di gunakan Masyarakat menuju daerah-daerah lain, menerjang Ombak, hingga berhari-hari bahkan berbulan-bulan.


Bahkan ada juga yang sudah menggunakan Mesin tapi dalam ukuran yang Kecil di banding dengan Mesin-mesin yang di pake sekarang, perjalanan melalui laut adalah jalur utama karena jalur darat sama sekali belum terbuka hingga sekarang, padahal jika di bandingkan Jalur Laut, jalur darat sebenarnya lebih dekat dan cepat, tapi untuk pembangunan  jalur darat masih perlu banyak pertimbangan dan perghitungan.
Namun di tengah jauhnya jarak yang mesti ditempuh Fasilitas-fasilitas kendaraan yang di gunakan menuju Batu Ampar mulai berkembang,dan Maju seperti di zaman sekarang mulai adanya Motor Air yang kapasitas Mesin dan Muatannya lebih besar, Bagi Masyarakat sekitar menyebutnya sebagai "Motor Klotok" karena identik dengan suara mesin yang cukup nyaring, dengan Motor Klotok ini Masyarakat yang Ingin ke Batu Ampar atau Pergi keluar Batu Ampar hanya dapat di tempuh dalam Waktu kurang lebih 6 Jam.
Selain Motor Klotok ini ada juga Kendaraan Laut yang lebih cepat dalam menempuh perjalanan kurang lebih 2,5 Jam yaitu dengan menggunakan Speed Boat, dengan kendaraan ini waktu tempuh lebih singkat.
Untuk Biaya yang mungkin akan dikenakan juga berbeda antara Motor Klotok dan Speed Boat, untuk motor Klotok sendiri per orang biasanya di kenakan Biya 60 Ribu, jika di tambah dengan kendaraan peribadi seperti sepeda motor maka biayanya di samakan dengan biaya Orang,sedangkan untuk Speed Boat sendiri juga bervariasi biasanya 100-150 Ribu perorang.
Namun jika kita dalam perjalanan baik menggunakan motor klotok atau Speed Boat jangan sampai terlewatkan untuk menikmati perjalanan dengan sajian pemandangan-pemandangan Hutan Mangrove serta Muara yang langsung menuju Laut lepas dan Perbukitan-perbukitan kecil.

 Motor Klotok yang melaju dengan kapasitas penuh muatan menysusuri Sungai Kapuas


 Motor Klotok dan Speed Boat, kendaraan yang digunakan Masyarakat Batu Ampar menuju Daerah Lain termasuk menuju Pontianak melalui Rasau Jaya.
Hutan Manggrove Pemandangan Sepanjang Perjalanan Menuju Batu Ampar.


Setelah sampai di Daerah Batu Ampar kita akan menjumpai sebuah Dermaga dan Pelabuhan, tapi motor Klotok atau Speed Boat bersandarnya langsung ke Dermagaa, karena untuk Pebuhan di peruntukan bagi Kapal-Kapal dan Motor Air yang lebih besar, atau pengangkut Barang.
di Dermaga ini telah banyak penduduk yang menempati Wilayah tepian dermaga, bahkan hingga tahun ketahun semakin Ramai sehingga Dermaga yang mestinya luas dan di peruntukan bagi kenyamanan penumpang turun semakin sempit.
Tapi di balik semua itu kita akan merasakan sedikit pesona dan Ramainya Aktifitas Masyarakat di Dermaga Batu Ampar.
di Dermaga ini juga terdapat Pasar, dan Rumah Makan dan Penginapan sehingga buat yang baru pertama kali berkunjung ke Batu Ampar jangan khawatir.
Pembanguna yang terus dilakukan untuk dermaga sendiri seperti pembanguna  Bahan dasar yang sebelumnya menggunakan Papan dan Kayu di ganti dengan menggunakan Beton dan mulai di semen.
Dermaga Batu Ampar di Tahun 2006 yang menggunakan Kayu dan Papan kemudian di Tahun 2016 sudah mengunakan Beton dan Semen, namun semakin Hari Pelabuhan ini semakin sempit, sehingga pada waktu-waktu tertentu seperti saat Mudik akan terjadi penumpukan di Dermaga baik barang atau Orang.


Masyarakat yang sedang menunggu datangnya Motor Klotok, dan yang baru saja turun dari Motor Klotok yang baru bersandar di Dermaga Batu Ampar.
Meskipun dermaga utama di bangun dari Beton tapi untuk sebagiannya Masih menggunakan Kayu dan Papan.

 Kapal yang sedang Bersandar di Pelabuhan Batu Ampar, pelabuhan yang terkenal dengan sebutan "Steher" dan dulunya sebagai pelabuhan Kapal-kapal pengangkut Kayu.
Sekarang lebih di peruntukan sebagai pelabuhan Kapal-kapal pengangkut Bauksit.

 Bersambung.

Laporan Khusus : Anggun Arianto
Foto Oleh: Herman Latupeirissa‎ & Zull Lians

Anggun Arianto










Saturday, April 16, 2016

Batu Ampar Peduli KARHUTLA (Kebakaran Hutan dan Lahan)

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia tahun lalu merupakan salah satu yang terparah sepanjang sejarah. Namun, hanya dalam hitungan bulan, kebakaran kembali melanda dan status darurat telah diberlakukan di satu provinsi.Antara Juni hingga Oktober 2015, lebih dari 100.000 kebakaran melahap jutaan hektare hutan di Indonesia. Korban meninggal dunia, baik manusia maupun hewan, telah berjatuhan. Dampak ekonominya pun diperkirakan mencapai lebih dari US$15 miliar atau setara Rp196 triliun.


Lahan Kecamatan Batu Ampar yang kebanyakan adalah Lahan Gambut Basah, kemudian beralih ke Perkebunan sehingga Lahan Gambut menjadi Kering, dan saat musim kemarau mudah terbakar.

"SAVE LAHAN GAMBUT!!!!!.dari kebakaran. Ketersediaan Embung, Sumur Bor dan Sekat Kanal perlu sarana pendukung, dan kerja sama dari semua pihak" di ungkapkan oleh Zull Lians salah satu Masyarakat yang ikut serta dalam kegiatan program Masyarkat Peduli Kebakaran Hutan dan Lahan. 
Ini merupakan program berkala,dimana pembuatan Embung ,Sumur Bor dan Sekat kanal Desa Batu Ampar Bekerjasama dengan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) SAMPAN 2016 yang diperuntukkan bagi wilayah desa yg rentan dan sering  berpotensi terjadi kebakaran lahan dan hutan gambut.
Kerjasama dengan semua pihak sudah terbentuk dengan mendirikan posko KARHUTLA (Kebakaran Hutan dan Lahan) didesa Batu Ampar yang terdiri dari unsur TNI POLRI, dan seluruh elemen masyarakat,ditiap Dusun,RT dan RW dengan  moto "Zero Asap".
Pencegahan sedini mungkin dengan cara berpatroli silih ganti tiap minggu ke lahan-lahan gambut rawan api,ketersediaan air dititik rawan sudah dibuat tapi belum maksimal perlu ada penambahan serta kurangnya sarana mesin pemadam api.

Proses Pembuatan Sumur Bor dalam menningkatkan ketersedian air saat musim kemarau



Pembuatan Sekat Kanal dalam upaya mengurangi derasnya Air yang mengalir di Parit-parit sehingga Lahan Gambutn tetap terjaga Kadar Airnya atau tetap basah, selain itu kanal ini juga dalam menjamin ketersediaan air jika diperlukan. 

Pembuatan Embung atau Kolam Air di tujukan untuk menampung Air Hujan atau Air tanah dalam menunjang ketersedian Air saat Musim Kemarau, sehingga saat terjadi kebakaran hutan team pemadam kebakaran tidak sulit dalam mencari Air. 






Dalam Prohram ini juga melibatkan berbagai Unsur Penunjang, Seperti Pemerintah Desa, Polisi, TNI, LSM dan tentunya Mayarakat yang di libatkan secara langsung untuk ikut Serta Berperan dalam Mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan di Desa Batu Ampar.


Laporan Khusus : Zull Lians

Friday, April 15, 2016

KONSEP DAN DEFINISI KETRANSMIGRASIAN

Kecamatan Batu Ampar adalah salah satu Kecamatan yang menjadi Tujuan Masyarakat luar untuk membuka lahan.


Dasar Hukum
1. Undang-Undang Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 Tentang Ketransmigrasian
2. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 Tentang Ketransmigrasian (Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997) 
3. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 Tentang Ketransmigrasian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 Tentang Ketransmigrasian
4. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Transmigrasi
5. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Tingkat Perkembangan Permukiman Transmigrasi dan Kesejahteraaan Transmigran
6. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 9 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pengelolaan Data dan Informasi
7. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP.214/MEN/V/2007 Tentang Pedoman Umum Pembangunan dan Pengembangan Kota Terpadu Mandiri di Kawasan Transmigrasi
8. Keputusan Menteri Nomor B.293/MEN/IX/2009 Tentang Penetepan lokasi Kota Terpadu Mandiri di Kawasan Transmigrasi

Definis Singkat Ketransmigrasian
Ketransmigrasian adalah adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan transmigrasi. Transmigrasi merupakan bagian integral dari pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila dalam upaya mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945. Bahwa Penyelenggaraan Transmigrasi dilaksanakan sebagai upaya untuk lebih meningkatkan kesejahteraan dan peran serta masyarakat, pemerataan pembangunan daerah, serta memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa melalui persebaran penduduk yang seimbang dengan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan serta nilai budaya dan adat istiadat masyarakat. 

Apa itu Transmigrasi?
Transmigrasi adalah perpindahan penduduk secara sukarela untuk meningkatkan kesejahteraan dan menetap dikawasan transmigrasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah.

Transmigrasi dilaksanakan sebagai upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi masalah di kota besar yang timbul akibat terlalu banyaknya pekerja yang migrasi dari pedesaan. Transmigrasi merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mencapai keseimbangan penyebaran penduduk, Memperluas kesempatan kerja, meningkatkan produksi dan meningkatkan pendapatan. Titik pusat penyelenggaraan transmigarasi adalah manusia. Program pelaksanaan transmigrasi memungkinkan untuk melaksanakan pemerataan pendidikan, kesehatan dan jaminan sosial kepada golongan penduduk yang selama ini tidak terjamah oleh fasilitas-fasilitas sosial tersebut. Transmigrasi juga berfungsi untuk mempercepat perubahan pengelompokan dan penggolongan manusia dan membentuk jalinan hubungan sosial dan interaksi sosial yang baru (Martono dalam Swasono;1986).

Apa itu Transmigran?
Transmigran adalah warga negara Republik Indonesia yang berpindah secara sukarela kekawasan transmigrasi. Transmigran didasarkan pada kesukarelaan dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Transmigran terdiri atas Kepala Keluarga beserta anggota keluarganya.

Apa Itu Lokasi Permukiman Transmigrasi?
Adalah lokasi potensial yang ditetapkan sebagai permukiman transmigrasi untuk mendukung pusat pertumbuhan wilayah yang sudah ada atau yang sedang berkembang sebagai kawasan perkotaan baru sesuai dengan rencana tata ruang wilayah. 

Apa itu Wliayah Pengembangan Transmigrasi
Wilayah Pengembangan Transmigrasi adalah wilayah potensial yang ditetapkan sebagai pengembangan permukiman transmigrasi untuk mewujudkan pusat pertumbuhan wilayah yang baru sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah. Wilayah Pengembangan Transmigrasi penetapannya didasarkan pada pertimbangan potensi wilayah yang memungkinkan pengembangannya bagi upaya mewujudkan pusat pertumbuhan wilayah. Wilayah Pengembangan Transmigrasi dikembangkan melalui pembangunan satuan-satuan kawasan pengembangan. 

Apa itu Transmigrasi Umum?
Transmigrasi Umum adalah jenis transmigrasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah bagi penduduk yang mengalami keterbatasan dalam mendapatkan peluang kerja dan usaha. Transmigrasi Umum dilaksanakan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah.Dalam melaksanakan Transmigrasi Umum, Pemerintah dan/atau pemerintah daerah memberikan bantuan kepada transmigran. 


Apa Itu Transmigrasi Swakarsa Berbantuan?
Transmigrasi Swakarsa Berbantuan adalah jenis transmigrasi yang dirancang oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah dengan mengikutsertakan badan usaha sebagai mitra usaha transmigran bagi penduduk yang berpotensi berkembang untuk maju. Transmigran pada Transmigrasi Swakarsa Berbantuan berhak memperoleh bantuan dari Pemerintah dan/atau pemerintah. 

Apa Itu Transmigrasi Swakarsa Mandiri?
Transmigrasi Swakarsa Mandiri adalah jenis transmigrasi yang merupakan prakarsa transmigran yang bersangkutan atas arahan, layanan, dan bantuan Pemerintah dan/atau pemerintah daerah bagi penduduk yang telah memiliki kemampuan. Transmigrasi Swakarsa Mandiri dilaksanakan oleh transmigran yang bersangkutan secara perseorangan atau kelompok, baik bekerja sama maupun tidak bekerja sama dengan badan usaha atas arahan, layanan, dan bantuan Pemerintah dan/atau pemerintah daerah. 

Apa Itu Data dan Informasi Ketransmigrasian?
Data Ketransmigrasian adalah bahan baku informasi yang merupakan kelompok teratur simbol-simbol yang mewakili kuantitas, kejadian/peristiwa, benda, dan sebagainya mengenai ketransmigrasian. Informasi Ketransmigrasian adalah rincian dan analisis data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang berarti dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang mengenai ketransmigrasian. Sistem Informasi Ketransmigrasian yaitu kesatuan komponen yang terdiri dari lembaga, sumber daya manusia, perangkat keras, perangkat lunak, substansi data dan informasi yang terkait satu sama lain dalam satu mekanisme kerja untuk mengelola data dan informasi. Pengelolaan data dan informasi ketransmigrasian ini dipergunakan sebagai pedoman bagi aparat yang melaksanakan tugas dan fungsi dalam pengelolaan data dan informasi ketransmigrasian pada kementerian, dinas provinsi, dan dinas kabupaten/kota
Apa Itu Permukiman Transmigrasi Bina?
Adalah Permukiman transmigrasi yang selama kurun waktu 5 tahun masih dalam pembinaan oleh Unit Pelaksana Teknis Pusat atau Kementerian, dalam hal ini Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Apa Itu Permukiman Transmigrasi Serah?
Dalam pembinaan permukiman transmigrasi terdapat kegiatan yang bersifat teknis dan fungsional setelah 5 tahun dalam pembinaan oleh pemerintah pusat penyerahan pembinaan selanjutnya dilaksanakan oleh instansi teknis yang membidangi dan instansi fungsional yang membina. 
Setelah mencapai sasaran pembangunan yang ditetapkan atau selambat-lambatnya lima tahun sejak penempatan transmigran, pembinaan permukiman transmigrasi diserahkan kepada Pemerintah Daerah. 
Dengan adanya penyerahan, maka permukiman transmigrasi berubah menjadi desa definitif serta status sebagai transmigran menjadi berakhir. Setelah penyerahan, maka rencana pengembangan maupun pembinaan selanjutnya berada pada Pemerintah Daerah Tingkat II termasuk penyelesaian masalah-masalah yang timbul agar diselesaikan secara berjenjang sesuai dengan kewenangannya. Pembinaan terhadap masyarakat transmigrasi diarahkan agar masyarakat sekitar dan para transmigran dapat berkembang bersama untuk keseimbangan, keselarasan dan keserasian. 
Apa itu Kota Terpadu Mandiri?
KTM di kawasan transmigrasi adalah kawasan transmigrasi yang pembangunan dan pengembangannya dirancang menjadi pusat pertumbuhan yang mempunyai fungsi perkotaan melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Pencantuman kata “kota” dalam pengertian tersebut dimaksudkan untuk menyatukan visi tentang kawasan transmigrasi yang akan dibangun dan dikembangkan memenuhi fungsi fungsi perkotaan, sehingga program transmigrasi ke depat diharapkan secara psikologis mempunyai dampak positif untuk menarik minat kaum muda bertransmigrasi, sekaligus mengurangi terjadinya perpindahan penduduk yang tidak terarah ke kota-kota besar (deurbanisasi) serta sebagai kota penyangga dalam konteks pembangunan perwilayahan. Sedangkan yang dimaksud dengan fungsi perkotaan adalah tersedianya berbagai fasilitas yang meliputi :
1) Pusat kegiatan ekonomi wilayah;
2) Pusat kegiatan industri pengolahan hasil;
3) Pusat pelayanan jasa dan perdagangan;
4) Pusat pelayanan kesehatan;
5) Pusat pendidikan dan pelatihan;
6) Sarana pemerintahan;
7) Fasilitas umum dan sosial.
Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dimaksudkan bahwa pemanfaatan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan generasi mendatang, tanpa meninggalkan degradasi lingkungan untuk generasi yang akan datang. KTM merupakan sebuah program yang dirancang secara holistik dan komperhensif, yang bertujuan membangun kawasan transmigrasi yang bernuansa perkotaan, sebagai akselerasi pengembangan perekonomian pedesaan dan terwujudnya Kawasan Transmigrasiyang mandiri.
Kawasan Transmigrasi adalah kawasan budidaya yang memiliki fungsi sebagai permukiman dan tempat usaha masyarakat dalam satu sistem pengembangan berupa wilayah pengembangan transmigrasi atau lokasi permukiman transmigrasi. Transmigrasi sebagai konsep pengembangan wilayah diarahkan untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya kawasan KTM (Kota Terpadu Mandiri).Kota Terpadu Mandiri (KTM) adalah kawasan transmigrasi yang pembangunan dan pengembangannya dirancang menjadi pusat pertumbuhan yang mempunyai fungsi perkotaan melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Kriteria dan Persyaratan KTM 
Suatu kawasan transmigrasi yang akan dikembangkan melalui pembangunan dan pengembangan Kota Terpadu Mandiri apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut :

a. Masuk ke dalam kawasan budidaya non kehutanan atau termasuk ke dalam Areal Penggunaan Lain (APL) dan Hutan Produksi yang dapat dikonversi (HPK) serta sesuai dengan yang diperuntukkan oleh Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) dan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK). 
b. Luas wilayah KTM minimal 18.000 ha, yang diasumsikan berdaya tampung 9.000 KK yang terdiri dari transmigran dan penduduk sekitar 
c. Mempunyai potensi untuk mengembangkan komoditi unggulan dan memenuhi skala ekonomis 
d. Mempunyai kemudahan hubungan dengan pusat-pusat pertumbuhan yang telah ada. 
e. Kawasan yang diusulkan tidak tumpang tindih dengan peruntukan pihak lain, tidak berpotensi masalah sosial, merupakan aspirasi masyarakat seempat atau badan usaha.

f. Usulan pembangunan dan pengembangan KTM merupakan kesepakatan bersama antara pemerintah Kabupaten/Kota dan DPRD Kabupaten/Kota, dikoordinasikan olehpemerintah Provinsi, serta lolos seleksi dari Tim Pemerintah.

g. Kebutuhan lahan yang diperlukan untuk pembangunan dan pengembangan KTM
adalah untuk pusat benih/bibit dan demfarm 230 ha, pembangunan sarana dan prasarana pusat KTM 120 ha, pengembangan permukiman transmigrasi baru minimal1.000 ha, pengembangan transmigrasi swakarsa mandiri minimal 500 ha.

Indikator Keberhasilan

1) Meningkatnya pendapatan masyarakat/transmigrant dan kegiatan pertanian berbasiskomoditas unggulan.
2) Meningkatnya kesepakatan kerja dan peluang berusaha, yang sebagian besar
kegiatan didominasi oleh kegiatan agribisnis, termasuk di dalamnya adalah usaha -usaha industri (pengolahan) pertanian, perdagangan hasil pertanian, jasapelayanan, dan lain-lain, yang dapat meningkatkan daya tarik Transmigrasi SwakarsaBerbantuan (TSB) dan Transmigrasi Swakarsa Mandiri (TSM).
3) Meningkatnya fungsi infrastruktur fisik (jalan, telekomunikasi, listrik, sarana air bersih, irigasi).
4) Meningkatnya fasilitas dan pelayanan sosial dan budaya.
5) Meningkatnya produktivitas masyarakat.
6) Meningkatnya investasi untuk kegiatan agribisnis dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
7) Struktur tata ruang kawasan berwawasan lingkungan.

Tahapan Pengusulan

1. Pemerintah kabupaten/kota mengusulkan calon lokasi KTM dilengkapi dengan peta kawasan skala 1 : 50.000 kepada Menteri melalui Gubernur.
2. Pemerintah provinsi melakukan pengkajian (ekspose, kaji lapang, penelitian administrasi) dan mengkoordinasikan antar dinas. Apabila usulan memenuhi kriteria yang ditetapkan, maka Gubernur menerbitkan rekomendasi yang disampaikan kepada Menteri.
3. Menteri melakukan pengkajian dan koordinasi antar departemen.
4. Apabila usulan memenuhi kriteria yang ditetapkan, maka Menteri menerbitkan Surat Persetujuan calon lokasi KTM.

Sumber: http://datin.kemendesa.go.id/pusdatin/pusdatin_trans/index.php?id=1

Desa "Online" di Semarang, Warga Bisa Jual Beli Ternak via Internet


UNGARAN, KOMPAS.com
 - Kabupaten Semarang empat tahun lalu telah memulai program desa online. Saat ini, program desa daring ini telah berkembang pesat di 26 desa.
Asisten II Setda Kabupaten Semarang Anang Dwinanto mengatakan, ke-26 desa online tersebut merupakan desa percontohan yang diprogramkan oleh Bapermasdes Provinsi Jawa Tengah.
Keberadaan desa online di Kabupaten Semarang ini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan secara bertahap mulai menggunakan fiber optic dalam penggunaannya seperti Desa Jambu Kecamatan Jambu, Desa Pagersari Kecamatan Bergas dan Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat.
"Data desa tersaji di situ, mulai dari data geografis, data kependudukan, UMKM, hingga potensi desanya. Termasuk pula berkaitan transparansi dana desa dapat dilihat oleh siapapun. Bahkan ke depannya, kami sedang coba implementasikan, misal ada warga yang hendak jual hewan ternak, bisa melalui sistemonline tersebut," kata Anang, Sabtu (16/4/2016) siang.
Sementara itu, menanggapi pencanangan Sistem Informasi Desa (SID) oleh Kementerian Desa bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) ketika di Jawa Tengah telah ada nota kesepakatan (MoU) untuk menerapkan SID di 100 desa sebagai percontohan, Anang mengatakan, pihaknya berharap program desa online akan lebih cepat merata di 208 desa yang ada di Kabupaten Semarang.
"Sebenarnya jauh sebelum ada program SID, kita sudah miliki desaonline sejak empat tahun lalu dan kini sudah ada 26 desa. Semoga melalui program pencanangan dari Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu, jumlahnya bisa bertambah banyak," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Desa Marwan Jafar mengungkapkan, program SID yang sudah dimulai sejak 2016 diharapkan dapat rampung pada tahun 2019. Tahun ini, setidaknya bisa diterapkan di 20.000 hingga 30.000 desa di Indonesia, dari total desa saat ini yakni 74.754 desa.
"Dengan SID itu memudahkan pemerintah setempat dalam melakukan perencanaan pembangunan, termasuk juga dalam rangka transparansi penggunaan dana desa," kata Marwan.
Penulis: Kontributor Ungaran, Syahrul Munir
Editor: Farid Assifa
Sumber: http://regional.kompas.com/read/2016/04/16/09572731/Desa.Online.di.Semarang.Warga.Bisa.Jual.Beli.Ternak.via.Internet