Showing posts with label Umum. Show all posts
Showing posts with label Umum. Show all posts

Sunday, November 13, 2016

Lagi!! Dua Speedboat Tabrakan di Perairan Batu Ampar


TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA
- Kecelakaan transportasi air kembali terjadi di sekitar perairan Batu Ampar, antara Speedboat Sinergi jurusan Pontianak-Sukadana dan Speedboat kecil, Minggu (13/11/2016).
Satu diantara penumpang Speedboat Sinergi Dedi yang saat itu menaiki Speedboat Sinergi mengatakan, kejadian disekitar daerah Batu Ampar.
Kejadian tabrakan tepat saat Speed Sinergi menikung, tiba-tiba Speed kecil dari arah samping menabrak bagian kanan Speed Sinergi.
enumpang Speed Sinergi Jurusan Pontianak-Sukadana Dedi mengatakan tabrakan tak bisa dielakkan. 
Penumpang Speed Sinergi Jurusan Pontianak-Sukadana Dedi mengatakan tabrakan tak bisa dielakkan.
"Kayaknya Speedboat itu habis belanja dari Batu Ampar, pas tikungan dia (speed kecil) tidak melihat kami, lalu menabrak dari samping kanan. Speedboat Sinergi sudah mencoba mengelak tapi ndak bisa, tetap kena," jelas Dedi.
Diakuinya, saat terjadi tabrakan, Speedboat Sinergi memutar arah untuk mengecek Speed yang ditabrak, namun tidak ditemukan lagi Speednya, yang timbul kepermukaan hanya jok Speed tersebut.

Tenggelamnya speedboat pribadi milik, Berto Warga Batu Ampar berukuran 40 PK akibat tabrakan dengan Speedboat Sinergi jurusan Pontianak-Sukadana berukuran 400 PK, di perairan Batu Ampar masih dalam masih dalam tahap pencarian dari pihak kepolisian, Minggu (13/11/2016).

Baca: BREAKING NEWS: Saksi Mata Tabrakan Dua Speedboat Beberkan Kronologis Kecelakaan

Kejadian sekitar pukul 12.00 wib. Seusai kejadian speedboat pribadi, langsung tenggelam beserta penumpangnya.
Hanya bagian jok speed timbul ke permukaan saat pencarian dilakukan.
Kapospol Padang Tikar I, Batu Ampar Aiptu Edi Sapto mengatakan belum ada hasil dari pencarian yang dilakukan.
Informasi awal speedboat tenggelam bersama dua penumpangnya.

Baca: BREAKING NEWS: Speedboat dan Penumpang Diduga Tenggelam di Perairan Batu Ampar

"Informasi penumpang speedboat pribadi itu ada dua orang. Kita masih terus melakukan pencarian belum ada hasil ditemukannya korban," ungkapnya.
Pencarian kabarnya, dilakukan pihak kepolisian menggunakan Speedboat Sinergi.
Pencarian masih dilakukan dalam skala kecil. Sebab, belum ada upaya pencarian dari aparat gabungan. Seperti Basarnas, TNI.
"Kita masih terus melakukan pencarian. Belum ada menemukan korban," ungkap Edi.
Sementara informasi tenggelamnya speedboat telah menyebar ke seluruh masyarakat.
Bantuan dari masyarakat dalam pencarian kabarnya juga segera turun.
Saat ini para penumpang Speedboat Sinergi diamankan di Polsek Batu Ampar.

Baca: BREAKING NEWS: Speedboat dan Penumpang Diduga Tenggelam di Perairan Batu Ampar

Belum diketahui kapan para penumpang Speedboat Sinerg ini dibawa ke Sukadana, sesuai rute awal keberangkatan.

Baca: BREAKING NEWS: Saksi Mata Tabrakan Dua Speedboat Beberkan Kronologis Kecelakaan

Berdasarkan informasi yang didapat Speedboat Sinergi mengecek lokasi tabrakan.

Baca: BREAKING NEWS: Dua Speedboat Tabrakan di Perairan Batu Ampar

Hingga kini belum diketahui keberadaan Speedboat kecil tersebut, drivernya, dan penumpang di dalamnya pun belum diketahui berapa jumlahnya.
Seluruh pihak, saat ini tengah mencari satu di antara speedboat tenggelam setelah mengalami tabrakan di perairan Batu Ampar, Minggu (13/11/2016).
Kapospol Padang Tikar I, Batu Ampar, Aiptu Edi Sapto mengatakan dari sampai saat ini speed masih belum ditemukan berikut korban yang kemungkinan berada didalam speed kecil.
"Masih belum ditemukan sampai sekarang. Speed ini sepertinya juga membawa penumpang dan perbelanjaan. Tapi korban belum ada yang ditemukan," katanya.
Ia memprediksikan korban banyak di dalam speed kecil. Sebab speed juga merupakan speed tambang hanya saja berukuran lebih kecil.
"Kepastiannya kita masih tungguh hasilnya nanti. Sementara proses pencarian masih dilakukan korban belum ditemukan," ungkapnya.
Untuk speed sinergi jurusan Pontianak-Sukadana, tidak sampai tenggelam.
Sempat memutar untuk melihat speed kecil namun sudah tidak ada.
Saat ini kecelaan speed sedang dilaporkan ke pihak kepolisian Batu Ampar.
Seluruh Penumpang Speedboat Sinergi selamat saat terjadi tabrakan. Hingga saat ini seluruh penumpang diamankan di pelabuhan Airud Batu Ampar.

Baca: BREAKING NEWS: Speedboat dan Penumpang Diduga Tenggelam di Perairan Batu Ampar

Hingga saat ini belum diketahui nasib penumpang Speed kecil yang bertabrakan dengan Speed Sinergi.


Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Muhammad Fauzi
sumber berita:
http://pontianak.tribunnews.com/2016/11/13/breaking-news-dua-korban-kecelakaan-masih-dalam-pencarianhttp://pontianak.tribunnews.com/2016/11/13/breaking-news-para-penumpang-speedboat-sinergi-diamankan-di-polsek-batu-ampar
http://pontianak.tribunnews.com/2016/11/13/breaking-news-saksi-mata-tabrakan-dua-speedboat-beberkan-kronologis-kecelakaan

Wednesday, October 19, 2016

KompasTravel bersama tim WWF Indonesia mengunjungi Desa Padang Tikar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya

KOMPAS.com - Transportasi di Pulau Kalimantan lebih didominasi menggunakan jalur sungai ketimbang jalan raya. Sungainya lebar dan perahu atau speedboat selalu tersedia.

Selasa (12/4/2016), KompasTravel bersama tim WWF Indonesia mengunjungi Desa Padang Tikar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat untuk membuka pameran foto Program Panda Click! yang diadakan di desa tersebut.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANADuta WWF Indonesia Davina Veronica (tengah) menanam bakau di Pantai Tasik Maya, Desa Padang Tikar, Kecamatan Batu Ampar, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (13/4/2016).


Setelah satu jam lewat jalan darat dari Bandara Supadio di Pontianak, akhirnya kami tiba di Desa Rasau Jaya. Speedboat sudah menunggu di dermaga.

Nakhoda speedboat, Kustoyo telah siap menanti. Moda transportasi sungai itu pun dimasuki penumpang. "Siap? Kita berangkat," kata Kustoyo yang berasal dari Tulungagung, Jawa Timur, itu.


Speedboat berpenumpang maksimal 15 orang yang disewa Rp 2 juta (pp) itu perlahan-lahan meninggalkan dermaga, menyusuri perkampungan di pinggir anak sungai hingga mencapai Sungai Kapuas.

Memasuki sungai yang lebar, kecepatan boat langsung digeber membelah air sungai yang berwarna cokelat tersebut. Sementara awan hitam di langit sepertinya siap menjatuhkan air hujan ke bumi.

Mata Kustoyo tetap waspada melihat sekeliling sungai. "Untuk melihat kayu. Biasanya kayu selalu melintang di tengah sungai. Harus waspada," ujarnya.

Semakin melaju ke tengah, mendung kian tebal. Kustoyo dengan sigap menutup speedboat bagian depan dengan terpal mengantisipasi hujan turun. Benar saja, selesai menutup terpal, hujan pun jatuh dari langit.

Padangan Kustoyo tetap fokus ke depan. Ketika berpapasan dengan speedboat yang datang dari depan, tangan Kustoyo dengan cekatan menggeser kemudi ke arah kanan untuk menghindari gelombang yang ditimbulkan speedboat yang berpapasan.

Meskipun menghindar ke kanan, guncangan ombak tetap kami rasakan. Namun Kustoyo tetap konsisten dengan kecepatan dan menerobos gelombang tersebut. Penumpang yang terlihat tertidur lelap sedikit kaget dan terpaksa membuka matanya akibat guncangan gelombang itu.

Bagi Kustoyo, mengemudikan speedboat merupakan tugas rutin mengantar penumpang dari Rasau Jaya menuju Padang Tikar. "Butuh 200 liter premium pulang-pergi," katanya.

Sekitar 2 jam menyusuri Sungai Kapuas, speedboat  memasuki Desa Padang Tikar. Kecepatan diturunkan karena memasuki perkampungan. "Di sini airnya dangkal, harus hati-hati," kata Kustoyo.

Dermaga di Padang Tikar tak ubahnya dermaga di Rasau Jaya. Begitu sederhana. Bermodalkan kayu, namun kokoh.

Panas terik siang itu menyambut kami saat tiba di Desa Padang Tikar. Bagi yang tak biasa menggunakan speedboat harus hati-hati saat menginjakkan kaki ke dermaga kayu. Namun tak perlu khawatir, Kustoyo dan kawan-kawan dengan cekatan membantu penumpang menjejakkan kaki di dermaga tersebut.

WWF Indonesia sengaja memilih desa ini untuk memamerkan hasil foto warga Batu Ampar sekaligus menanam bakau di Pantai Tasik Maya bersama duta WWF Indonesia Davina Veronica.

Batu Ampar merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Kubu Raya. Di Desa Padang Tikar, listrik mulai mengalir ke rumah-rumah penduduk pukul 18.00 sampai pukul 06.00 keesokan harinya. Kecuali Sabtu-Minggu listrik mengalir 24 jam.

Jangan berharap menemukan air bersih untuk mandi. Sebagian besar air tanah berwarna kemerah-merahan. Tak heran warga memilih menampung air hujan untuk mandi.


Kendala ini setidaknya menjadi catatan bagi Kecamatan Batu Ampar jika ingin memajukan daerah ini sebagai destinasi wisata.


Sebenarnya Batu Ampar menyimpan potensi wisata. Wisatawan bisa menemukan pesut (Orcaella brevirostris) dan bekantan (Nasalis larvatus) di daerah ini. 

Camat Batu Ampar Supriyadi menginginkan Pantai Tasik Maya layak dijadikan destinasi wisata dan didatangi pelancong. Hutan bakau di kawasan ini potensial "dijual" kepada wisatawan.


Dia menginginkan kawasan hutan bakau di Batu Ampar seperti hutan bakau di Pantai Indah Kapuk, Jakarta. "Wisatawan bisa menyusuri hutan bakau, menyusuri pantai dan berjalan ke dalam hutan bakau," katanya.Menurut Supriyadi, ide melestarikan lingkungan di Batu Ampar sejalan dengan ide yang dimiliki WWF Indonesia.

Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat dan pelajar melestarikan lingkungan dengan menanam bakau. "Yang penting pemeliharaan selanjutnya. Jangan cuma asal tanam saja," tambah Camat Batu Ampar.

Monday, October 3, 2016

Pontianak Kota Wisata Paling Menarik Di Indonesia


http://i0.wp.com/www.bloggerborneo.com/wp-content/uploads/2015/04/Suasana-Keraton-Kesultanan-Kadriyah-Pontianak-Waktu-Malam.jpg

Awak datang Kame’ Sambot, sebuah kalimat yang penuh makna ke ramah tamahan, dapat terbaca di pintu gerbang menuju salah satu Objek Wisata sejarah di kota Pontianak Keraton Kadariyah , yang memiliki arti Anda datang Kami sambut. Lebih kurang Dua abad yang lalu kota Pontianak berdiri, dan terus berkembang serta berinovasi baik melalui pembangunan Infrastruktur, Ekonomi, Sosial dan Budaya. Dulunya kota Pontianak hanya di kenal sebagai kota kecil dengan Wilayah yang tidak luas, dan hanya dikelilingi Hutan lebat, namun di era perkembangannya kota Pontianak telah menjadi salah satu kota perdagangan dan Industri, bukan hanya itu kota Pontianak telah menawarkan eksotika wisata, mulai dari wisata sejarah, Budaya, Lingkungan, dan  Kuliner. kota Pontianak sudah semestinya menjadi salah satu destinasi wisata yang menjadi prioritas. Di kota Pontianak para Wisatawan akan di manjakan dengan berbagai pengetahuan sejarah dan budaya, mulai dari sejarah berdirinya kota Pontianak yang didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, dengan berbagai bukti monument sejarah seperti  Masjid Jami’ yang sekarang diberi nama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman, hingga Istana Kadariah, selain itu juga pengetahuan geografi akan menjadi pengetahuan yang didapatkan saat berwisata ke kota Pontianak hal ini karena kota Pontianak adalah kota yang secara geografis dilewati oleh Garis Khatulistiwa, dan setiap  dua kali dalam satu tahun diperingati sebagai Peristiwa titik kulminasi matahari yang terjadi  antara bulan Maret dan September, dimana titik Kulminasi ini adalah peristiwa langka dan hanya ada di lima Negara salah satunya Indonesia dan beberapa negara lainnya  yang semua berada di Afrika, yakni negara Gabon, Zaire, Uganda, Kenya, dan Somalia. Titik Kulminasi sendiri adalah titik dimana Bayang-bayang suatu benda tidak muncul, saat matahari berada tepat di atas benda itu, salah satunya adalah Tugu Khatulistiwa, sebagai salah satu monument garis khatulistiwa, selain itu juga ada peristiwa yang belum bisa di teliti secara sains dimana setiap tiba titik kulminasi maka telur akan berdiri tegak tanpa jatuh. Wisatawan juga dapat menikmati kota Pontianak dimalam hari dengan menyusuri Sungai Kapuas menggunakan kapal Wisata Galaherang, di atas kapal ini Wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan tepian Sungai Kapuas kota Pontianak  selama kurang lebih satu jam.
Selain itu Wisatawan juga dapat menikmati wisata budaya, Pontianak adalah Kota Multi Etnis, dimana beberapa Etnis mendiami kota Ponianak, diantaranya ada Melayu, Dayak,Cina, Jawa, Madura, Bugis, dan beberapa etnis lainnya, dimana Etnis ini dapat hidup berdampingan dengan aman, setiap tahun juga akan disajikan berbagai agenda kebudayaan seperti agenda Nikah Bersama yang menyajikan prosesi pernikahan secara adat Melayu, Festival Meriam Karbit,Pawai Tatung tahun baru Cina dan  Gawai Dayak dimana acara ini di Pusatkan di Kota Pontianak, dan masih banyak lagi moment kebudayaan lainnya yang dapat dinikmati oleh wisatawan.
Beberapa hal yang mungkin menjadi nilai lebih bagi para Wisatawan adalah Wisata Lingkungan. Informasi terkini yang diperoleh dari salah satu portal online dimana kota Pontianak memperoleh berbagai penghargaan salah satunya adalah Kota Terbaik Peringkat Diamond Penghargaan Indonesia's Attractiveness Award 2015, Pakarti Madya III Pelaksana Terbaik Lingkungan Bersih dan Sehat Tingkat Nasional, bahkan berita terbaru kota Pontianak meraih penghargaan Indonesia`s Attractiveness Award 2016, yakni sebagai kota terbaik dengan peringkat Diamond dari Tempo Media Group dan Frontier Consulting Group. Dan hal ini perlu menjadi pertimbangan bagi para Wisatawan untuk memasukan Kota Pontianak dalam list destinasi wisata.
Dari segi kuliner sendiri Kota Pontianak menyajikan berbagai makanan  dan minuman yang siap dinikmati para Wisatawan, tentunya kuliner ini adalah kuliner Tradisional baik yang khas Kota Pontianak sendiri atau beberapa daerah lain di Kalimantan barat, diantaranya Kue Bingka, Bubur Pedas, Sotong Pangkong, Lek Tau Suan, dan berbagai olahan Lidah Buaya, karena salah satu sudut kota Pontianak juga menyajikan Wisata Agro yang salah satunya adalah Lidah Buaya. Selain itu Kota Pontianak beberapa Tahun ini dikenal sebagai kota Ngopi karena menjamurnya Warung-warung Kopi dengan ciri khas masing-masing, namun kopi pancong adalah salah satu sebutan sajian kopi di kota Pontianak yang mesti di nikmati. Warung-warung kopi sendiri sangat mudah di dapatkan mulai dari ruko yang telah di ubah menjadi cafĂ©-cafe, pondok-pondok, bahkan beberapa tepian jalan kota Pontianak setiap malam berubah menjadi tempat ngumpul dan nongkrong untuk menikmati kopi. Sambil menikmati malam di Kota Pontianak, dan berdiskusi berbagai hal, semuanya terjadi di warung kopi, sehingga menyeruput secangkir kopi sudah menjadi budaya bagi sebagian warga kota Pontianak. Jika sudah berada di kota Pontianak jangan lupa untuk mengecek musim buah-buahan yang sedang terjadi di kota Pontianak, karena sepanjang tahun selalu ada pergantian musim buah-buahan, jangan sampai melewatkan musim ini, bagi para wisatawan penikmat buah-buahan, seperti Musim Buah Durian, kemudian beralih ke Musim buah Rambutan, Langsat, dan biasanya di tutup dengan buah Cempedak. Musim Buah-buahan ini berdatangan bergantian setiap bulan dalam satu tahun, tida perlu bingung mencari lokasi untuk menikmati buah-buahan ini, karena jika sudah datang musim Buah-buahan akan mudah menemukannya di tepian-tepian jalan di sudut kota Pontianak.
Sudah saatnya memasukan kota Pontianak dalam daftar destinasi wisata yang wajib di kunjungi, ada satu kelebihan tersendiri dari kota Pontianak adalah kota yang secara tidak langsung berbatasan dengan Negara lain (Malaysia), selain itu ada sebuah perkataan jika sudah berkunjung ke Kota Pontianak, maka jangan lupa minum air Kapuas, jika meminum Air Kapuas maka akan teringat selamanya dan suatu saat akan kembali lagi ke Kota Pontianak, dan mungkin hal ini secara nyata tidak perlu di lakukan, tapi pada akhirnya bagi para wisatawan akan merindukan kembali ke Kota Pontianak karena keramah tamahannya dan eksotika wisatanya.

Kunjungi:
The Warna Indonesia, Rental Mobil Pontianak, Roti Kap Makanan Khas Pontianak, Produk Oriflame @onlinekatalog